KONI KOTA, TASIKMALAYA – Pengurus Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Tasikmalaya menggelar rapat koordinasi (Rakor) Tahun 2021 di Gedung Kesenian Kota Tasikmalaya Jalan Lingkar Dadaha No. 18 Nagarawangi Cihideung Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, bahas kesiapan dan regulasi cabang olahraga menghadapi Babak Kualifikasi (BK) Porprov 2021, Senin (22/2/21)

” Berprestasi dan berprestise merupakan satu hal yang menjadi kebutuhan yang harus dipenuhi oleh seluruh pengurus cabang olah raga (cabor), itu semua bisa tercapai bila ada kesamaan visi dan kesatuan langkah dalam kebersamaan untuk melakukan pembinaan bagi seluruh atlet yang ada di Kota Tasikmalaya”, ungkap H. Arif Surachman, SE, MM selaku Ketua KONI Kota Tasikmalaya pada sambutan pembukaan rakor bersama cabor dengan pengurus KONI Kota Tasikmalaya.

Arif menambahkan dalam membangun prestasi olahraga tidaklah cukup dengan dukungan dari masyarakat olahraga Kota Tasikmalaya saja, tapi peran pemerintah sangatlah berati untuk menunjang segala aktivitas pembinaan para atlet, Pemerintah Kota Tasikmalaya merupakan mitra KONI, disini perlu di bangun sinergitas dengan mengutamakan komunikasi dua arah.

Program pembinaan olahraga berprestasi bisa terealisasi bila organisasi induk olahraganya terorganisir dengan baik. Syarat membangun wadah cabang olahraga yang terorganisir mapan harus dimulai dari merumuskan program kerja yang tepat, dengan formulasi regulasi yang tepat pula, karena setiap cabor memiliki kekhasannya masing-masing, tidak bisa disamaratakan

Momentum rakor ini menyusun setiap aspirasi kebutuhan mulai dari sarana dan prasana yang akan di butuhkan, pola kepelatihan, mutasi atlet serta atlet, yang akan disiapkan, dan ini harus menjadi satu instrument program berdasarkan pada satu regulasi yang tepat yang nantinya akan dijadi panduan bagi seluruh cabor untuk melakukan setiap aktivitasnya.

Dengan adanya regulasi cabor diharapkan setiap cabor dapat mengukur potensi yang dimiliki, sehingga diharapkan dapat membuat strategi yang tepat, seperti halnya dalam pendanaan bisa menggandeng corporate social responsibility (CSR) dari pihak perusahaan dengan mengangkat bapak angkat, sehingga penciptaan atlet bisa terus berjalan dengan lancar. “Kalau mengandalkan dana yang dari pemerintah kita tidak bakalan bisa berjalan, apalagi tahun ini kucuran dana hanya 2,75 Milyar. Kalau kita bagi kepada 37 cabor pasti akan banyak mendapatkan kendala”, tandas arif.

Hal senada diungkapkan oleh Agung Firmansyah, Sekretaris Umum Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Kota Tasikmalaya “ KONI harus segera membuat regulasi dalam menjalankan pembinaan kepada seluruh anggota cabor sehingga akan menjadi penuntun dalam menjalankan pola hubungan kerja sama, kalau berdasarkan regulasi ini kita jelas, permasalahan akan terminimalisir karena semuanya berdasarkan pada aturan yang telah di tetapkan”, jelasnya.

Pada kesempatan rakor pula pengurus KONI Kota Tasikmalaya memperkenalkan Persatuan Olahraga Layar Seluruh Indonesia (PORLASI) salah satu cabor yang akan bergabung dengan KONI Kota Tasikmalaya (Humas KONI)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *