KONI, KOTATASIKMALAYA – Walau di Bulan Suci Ramadan, dalam  menghadapi Babak Kualifikasi Porprov 202, Persatuan Tenis Meja Seluruh Indonesia (PTMSI) Pengurus Cabang (Pengcab) Kota Tasikmalaya, genjot terus para atlet dengan pemusatan latihan.

Pemusatan latihan bertempat di Gedung Serba Guna (GSG) Dewan Perwakilan Rakyar (DPRD) Kota Tasikmalaya Jalan RE. Martadinata,
Kelurahan Panyingkiran, Kecamatan Indihiang, Kota Tasikmalaya.

Empat hari dalam seminggu para atlet di tempa berlatih untuk tingkatkan kemampuan dan skill.  Hari Senin, Rabu dan Jumat mereka di GSG DPRD para atlet ditempa skill dan teknik, sedangkan penempaan latihan fisik dilaksanakan di Komplek Olahraga
Dadaha Kota Tasikmalaya setiap hari Sabu.

Ketua PTMSI Pengurus Cabang (Pengcab) Kota Tasikmalaya Drs H Ajat Sudrajat mengatakan untuk meningkatkan kemampuan teknik dan
fisik pihak terus menggenjot delapan  atlet tenis meja yang akan mewakili Kota Tasikmalaya. Dirinya yakin PTMSI Pengcab Kota Tasikmalaya bisa berhasil lolos dari babak kualifikasi Porprov 2022.

“Saya yakin dengan formasi  Tim BK Cabor Tenis Meja Kota Tasikmalaya yang terdiri dari pelatih Melya Nur Herliana dan Hikmatiar, serta Atlet putri seperti  Vera Juliana, Salma, dan Martine juga Atlet putra ada Alan Munawar, Insan, Aril, dan Fazrul pasti bisa lolos di babak kualifikasi dan mendapatkan tiket untuk bertanding di Porprov 2022,” harapnya kepada TIMES Priangan Timur di sela latihan.

Ajat pun menambahkan delapan atlet ini terus digenjot fisik dan mentalnya, karena dirinya iingin maksimalkan potensinya sebelum diterjunkan di pelaksanaa Babak Kualifikasi Porprov 2022, yang rencananya akan digelar di GOR Jatinangor Sumedang 17-19 Juni 2021.

“Semoga hal ini menjadi motivasi bagi para atlet untuk bisa berprestasi di ajang BK 2021, terutama di ajang Porprov 2022 bisa membuat sejarah dengan pulang sambil membawa medali,” harapnya.

Ditempat yang sama pelatih Tim Putri PTMSI Pengcab Kota Tasikmalaya Melya Nur Herliana mengungkapkan tim putri PTMSI  Kota Tasikmalaya memiliki peluang yang sangat tinggi untuk menyabet medali emas untuk Kota Tasikmalaya, karena persaingan dan potensi atlet yang dimiliki oleh Kota Tasikmalaya lebih unggul.

Seorang atlet senior Kota Tasikmalaya Alan Munawar  mengungkapkan untuk di tim putra Alan yang usianya di atas 30 hanya turun di regu putera saja, karena yang umur 30 tahun ke atas tidak boleh turun di tunggal atau di ganda. (Humas KONI Kota Tasikmalaya)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *